Selamat Datang di Blog Kami

blog ini berisi tentang konten - konten fisika yang dapat membantu pengunjung untuk dapat memperoleh informasi atau materi - materi fisika. Tetapi kami juga menyediakan informasi - informasi lain yang dapat membantu anda.

Semoga informasi - informasi yang kami berikan bermanfaat bagi anda dan jangan sampai informasi yang kami berikan disalah gunakan...OK...tankz...

Sabtu, 10 Maret 2012

RANCANG BANGUN AKSELEROMETER MENGGUNAKAN KAPASITOR LEMPENG SEJAJAR

Rancang bangun akselerometer menggunakan kapasitor lempeng sejajar telah direlisasikan. Akselererometer dibuat dari dua lempeng konduktor berbahan tembaga yang disusun sejajar dengan air sebagai bahan dielektik sehingga terbentuk sebuah kapasitor. Jarak kedua lempeng tersebut sebesar 13 mm. Akselerometer dirangkai dengan resistor sebesar 1 KOhm sehingga membentuk rangkaian R-C seri. Rangkaian diberi tegangan sebesar 9 Volt dan dihubungkan dengan DAQ NI-USB6009. Hasil pengukuran tegangan ditampilkan di komputer dengan menggunakan software LabVIEW 7.1. Pengambilan data pada penelitian ini dengan memvariasikan jarak antar kedua lempeng (amplitudo) dari -13 mm sampai 13 mm. Nilai amplitudo getaran dapat dihitung dengan persamaan  . Waktu respon akselerometer sebesar 0,118 ms serta mempunyai kestabilan yang baik.

Kata kunci : Akselerometer, Kapasitor lempeng sejajar, Amplitudo

klik disini untuk mendownload jurnal skripsi fisika instrumentasi "RANCANG BANGUN AKSELEROMETER MENGGUNAKAN KAPASITOR LEMPENG SEJAJAR". lalu pilih berkas --> unggah file

IDENTIFIKASI STRUKTUR GEOLOGI MENGGUNAKAN METODE MAGNETIK DI DAERAH PROSPEK EMAS DESA TUTUGAN KABUPATEN BANYUMAS

Emas adalah mineral logam mulia yang merupakan salah satu komoditas pertambangan yang utama.  Pembentukannya berhubungan dengan naiknya larutan sisa magma ke atas permukaan yang dikenal dengan istilah larutan hydrothermal.  Pergerakan larutan hydrothermal di kontrol oleh zona lemah yang membentuk rongga sehingga memungkinkan larutan hydrothermal tersebut bermigrasi dan kemudian terakumulasi membentuk suatu endapan yang terletak di bawah permukaan.  Endapan emas sistem epithermal merupakan endapan hydrothermal yang terjadi pada kedalaman relatif dangkal dan dalam suhu relatif rendah.  Endapan emas epithermal bentuknya beranekaragam dari vein (urat-urat) kuarsa yang kecil sampai endapan emas yang tersebar dan terlokalisir dalam berbagai lingkungan geologi[1]. 

PENUMBUHAN FILM TIPIS TiO2:Fe DENGAN METODE SPIN COATING DAN KARAKTERISASINYA

Film tipis Titanium dioksida (TiO2) doping Ferrum (Fe) telah berhasil ditumbuhkan menggunakan metode spin coating dengan variasi subtrat, konsentrasi dan temperatur annealing. Karakterisasi film tipis dilakukan menggunakan XRD (X-Ray Diffraction) dan SEM (Scanning Electron Microscope) untuk mengetahui struktur mikro film tipis. Penentuan struktur mikro khususnya struktur kristal menggunakan data ICDD, sedangkan untuk porositas memanfaatkan applikasi toolbox pada perangkat lunak Matlab 6.1. Hasil karakterisasi XRD dan SEM menunjukkan bahwa film tipis TiO2:Fe tumbuh dengan baik pada subtrat Si dan subtrat kaca. Film tipis TiO2:Fe memiliki orientasi  bidang kristal (110) yang dominan pada subtrat silikon dan orientasi bidang kristal (101) yang dominan pada subtrat kaca, orientasi bidang ini menunjukkan film tipis TiO2:Fe mempunyai struktur anatase, Fe dan Calcium Iron Magnesium Carbonate  pada film tipis yang ditumbuhkan pada suhu 600 oC  serta struktur kristal rutile pada film tipis yang ditumbuhkan pada suhu 800 oC. Film tipis TiO2:Fe dengan konsentrasi pendoping 0,4 g/L yang ditumbuhkan pada substrat kaca dengan suhu annealing 600 oC  memiliki nilai parameter kisi a=b=6,526 Ǻ dan c= 22,015 Ǻ, serta porositasnya sekitar 37,7%. Peningkatan konsentrasi larutan Fe dan temperatur annealing, atau salah satunya dapat meningkatkan porositas dan memperkecil ukuran butiran.

Katakunci : Film tipis TiO2:Fe, XRD (X-Ray Diffraction), SEM (Scanning Electron Microscope), struktur kristal dan porositas

klik disini untuk mendownload jurnal skripsi fisika material "PENUMBUHAN FILM TIPIS TiO2:Fe DENGAN METODE SPIN COATING  DAN KARAKTERISASINYA PENUMBUHAN FILM TIPIS TiO2:Fe DENGAN METODE SPIN COATING  DAN KARAKTERISASINYA ". lalu pilih berkas --> unggah file


PENDUGAAN STRUKTUR BATUAN BAWAH PERMUKAAN DAERAH ALIRAN SUNGAI SERAYU BERDASARKAN DATA RESISTIVITAS 1D DAN 2D

Penelitian tentang Pendugaan Struktur Batuan bawah permukaan DAS Serayu zona  Kesugihan Barat, telah dilaksanakan dengan menggunakan geolistrik resistivitas. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui struktur lapisan batuan dan menentukan karakteristik akuifer di DAS Serayu zona Kesugihan Barat. Proses pengambilan data dilakukan dengan teknik VerticalElektrical Sounding Konfigurasi Schlumberger dan teknik Lateral Mapping Konfigurasi Wenner. Pengolahan data menggunakan software Progress version 3.0 dan Res2Dinv 32 dihasilkan data berupa: kedalaman, ketebalan, dan jumlah lapisan serta nilai resistivitas batuan bawah permukaan. Hasil interpretasi menunjukan di Kesugihan Barat terdapat 6 lapisan batuan. Karakteristik akuifer di DAS Serayu zona Kesugihan Barat termasuk akuifer dangkal yaitu berkisar antara 5-30 meter dan akuifer dalam yang terintrusi air laut >50 meter

Kata kunci : Teknik Vertical Elektrical Sounding, Konfigurasi Schlumberger, Konfigurasi Wenner, Nilai Resistivitas, Karakteristik akuifer, Kesugihan Barat

klik disini untuk mendownload jurnal skripsi geofisika "PENDUGAAN STRUKTUR BATUAN BAWAH PERMUKAAN DAERAH ALIRAN SUNGAI SERAYU  BERDASARKAN DATA RESISTIVITAS 1D DAN 2D". lalu pilih berkas --> unggah file


KARAKTERISASI SPEKTRUM ABSORBANSI EKSTRAK LIDAH MERTUA (SANSEVIERIA TRIFASCIATA) SEBAGAI PHOTOSENSITIZER PADA DYE-SENSITIZED SOLAR CELL (DSSC)

Penelitian mengenai karakterisasi spektrum absorbansi ekstrak lidah mertua (Sansevieria trifasciata) sebagai photosensitizer alami pada Dye-SensitizedSolar Cell (DSSC) telah dilakukan. Karakterisasi spektrum absorbansi ektrak lidah mertua menggunakan Spektrometer UV-VIS. Uji absorbansi ekstrak lidah mertua pada penelitian ini menunjukkan konsistensi dengan spektrum absorbansi pada umumnya, yaitu muncul dua puncak. Puncak absorbansi teramati pada panjang gelombang λ = 411 nm dan λ = 665 nm yang mengindikasikan adanya kandungan anthosianin dan klorofil dalam ekstrak lidah mertua. Nilai absorbansi maksimum dalam penelitian ini sebesar 3,996. Hasil kalibrasi larutan menunjukan terjadinya peningkatan nilai absorbansi dye pada kenaikan konsentrasi, dengan persamaan dan koefisien korelasi 0,999. Hasil karakterisasi spektrum absorbansi menunjukan bahwa ekstrak lidah mertua dapat digunakan sebagai photosensitizer pada DSSC. Telah berhasil ditumbuhkan lapisan tipis dari campuran TiO2 dan ekstrak lidah mertua di atas substrat kaca menggunakan metode spin coating. Lapisan tipis digunakan sebagai elektroda pada DSSC.


Kata kunci : Ekstrak lidah mertua (Sansevieria trifasciata), spektum absorbansi, photosensitizer alami, Dye-Sensitized Solar Cell (DSSC)

klik disini untuk mendownload jurnal skripsi fisika material "KARAKTERISASI SPEKTRUM ABSORBANSI EKSTRAK LIDAH MERTUA (SANSEVIERIA TRIFASCIATA) SEBAGAI PHOTOSENSITIZER PADA DYE-SENSITIZED SOLAR CELL (DSSC)". lalu pilih berkas --> unggah file

RANCANG BANGUN SENSOR KETINGGIAN PERMUKAAN AIR MENGGUNAKAN KAPASITOR PELAT SEJAJAR

Sensor ketinggian permukaan air telah direalisasi menggunakan sebuah kapasitor pelat sejajar.Kapasitor pelat sejajarberbahan alumunium sepanjang 50 cm dihubungkan dengan resistor agar membentuk rangkaian R-C seri.Pengujian sensor inimenggunakan komputer yang terhubung dengan interfaceDAQ NI‑USB6009. Sensor dimasukkan ke dalam bejana berisi air dengan variasi ketinggian permukaan air 1 cm mulai dari 1 cm sampai dengan 50 cm. Data tegangan keluaran sensor dicatat dan diolah menggunakan program Microsoft Excel. Data yang telah diolah tersebut menghasilkan persamaan kalibrasi sensor untuk diolah menggunakan program LabVIEW. Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan antara ketinggian permukaan air dengan tegangankeluaran sensor berbentuk polinomial.Ketinggian permukaan air berbanding terbalik dengan tegangan keluaran sensor, menghasilkan persamaan .Kesensitifan sensor ini berkisar antara ‑0,18 V/cm sampai dengan -0,04V/cm dan waktu responnya sebesar 0,09 detik.

Kata Kunci: sensor ketinggian permukaan air, kapasitor, LabVIEW.


klik disini untuk mendownload jurnal skripsi fisika instrumentasi "RANCANG BANGUN SENSOR KETINGGIAN PERMUKAAN AIR MENGGUNAKAN KAPASITOR PELAT SEJAJAR". lalu pilih berkas --> unggah file

RANCANG BANGUN SISTEM PENGUKURAN TEMPERATUR MENGGUNAKAN THERMISTOR PTC (POSITIVE TEMPERATURE COEFICIENT)

Telah berhasil dibuat sistem pengukuran temperatur menggunakan Thermistor PTC (Positive Temperature Coeficient) berbasis personal komputer. Akuisisi dan pemrosesan data dilakukan menggunakan DAQ NI-USB 6009 dan software LabVIEW 7.1. Hubungan tegangan keluaran sensor (V) dengan suhu (T) mengambil bentuk non-linear dengan persamaan garis : T = -627,2V4 + 5221,V3 - 1476,V2 + 249,8V + 2,037 dengan koefisien korelasi sebesar  R2 = 0,996. Hasil kalibrasi menunjukkan bahwa sistem stabil terhadap perubahan suhu dari 00C sampai 600C. Sistem pengukuran temperatur menggunakan sensor PTC memiliki kestabilan yang cukup baik dengan waktu respon 0,96 detik.


klik disini untuk mendownload jurnal skripsi fisika instrumentasi "RANCANG BANGUN SISTEM PENGUKURAN TEMPERATUR MENGGUNAKAN THERMISTOR PTC (POSITIVE TEMPERATURE COEFICIENT) ". lalu pilih berkas --> unggah file

Sabtu, 29 Oktober 2011

KOMPARASI EFEKTIFITAS ELEMEN PEMANAS BERBENTUK SPIRAL DAN PERSEGI PLANAR UNTUK INKUBATOR BAYI

Keefektifan elemen pemanas untuk inkubator bayi dalam bentuk spiral dan persegi planar telah dibandingkan. Perbandingan keduanya dilakukan untuk mengetahui model pemanas mana yang lebih efektif menghantarkan energi panas secara merata ke dalam inkubator tanpa menggunakan energi listrik. Elemen pemanas dari pipa tembaga didesain berbentuk spiral dan persegi planar kemudian dialiri air yang dipanaskan dan diteruskan ke ruangan inkubator.

INVESTIGASI KARAKTERISTIK AKUIFER DI SEKITAR DAS SERAYU MENGGUNAKAN METODE GEOLISTRIK RESISTIVITAS

Survei geolistrik resistivitas konfigurasi Wenner dan Schlumberger telah di lakukan di Desa Wlahar, Kecamatan Adipala, Kabupaten Cilacap. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui litologi batuan bawah permukaan tanah dan karakteristik akuifer di Daerah Aliran Sungai (DAS) serayu khususnya di Desa Wlahar. Pengambilan data dilakukan di dua lintasan, yaitu lintasan Wlahar 1 dan lintasan Wlahar 2 menggunakan Resistivitymeter tipe Naniura NRD 22 S.

Selasa, 18 Oktober 2011

bedanya suka, cinta dan sayang

kita pasti sering mendengar kata SUKA, CINTA dan SAYANG...
apa sih bedanya ? mari kita tengok perbedaannya dari segi hubungan antara pria dan wanita.

SUKA itu keadaan rasa senang kita terhadap seseorang...
CINTA itu rasa emosional dari perasaan kita terhadap seseorang ...
SAYANG itu perasaan yang mendalam untuk seseorang yang spesial...

Sabtu, 15 Oktober 2011

percobaan h/e


Cahaya merupakan sebuah gelombang yang perambatannya membawa energi. Energi yang dibawa ini memiliki besar berbanding lurus dengan frekuensinya. Energi ini juga dapat dikonversi kedalam besaran listrik yaitu beda potensial. Percobaan h/e menggunakan prinsip kerja efek foto listrik. Cahaya yang ditembakan dari lampu mercury akan dibelokan oleh prisma dan membentuk deretan warna cahaya yang kontinu. Warna – warna ini memiliki nilai beda potensial yang berbeda – beda. Semakin besar frekuensi warna cahaya maka nilai beda potensialnya akan semakin besar. Grafik hubungan antara nilai beda potensial dengan frekuensi tersebut akan berbentuk linear dan gradien grafik tersebut merupakan h/e. Nilai h/e yang diperoleh pada percobaan yang dilakukan adalah 0.032 x 10-14 J.s/C.

LPJ KKN Posdaya

Kuliah Kerja Nyata alias KKN yang biasanya dilakukan oleh mahasiswa semester atas atau yang mau lulus. KKN bertujuan agar mahasiswa dapat belajar menjadi masyarakat, mengembangkan potensi yang ada di desa baik dari sektor pertanian, perekonomian, pendidikan dan kesehatan....
KKN dibagi beberapa jenis, diantaranya adalah KKN tematik, KKN PBA, KKN Posdaya, dan KKN lainnya yang ga biza disebut satu2...(ntar jadi panjang malah...)

silahkan download disini jika anda ingin belajar laporan pertanggung jawaban KKN Posadaya.

pengukuran taraf intensitas bunyi


Ketinggian, kenyaringan merupakan sensasi dalam kesadaran manusia. Ketinggian juga berhubungan dengan besaran fisika yang dapat diukur, yaitu intensitas gelombang. Intensitas merupakan energi yang dibawa sebuah gelombang persatuan waktu melalui satuan luas dan sebanding dengan kuadrat amplitudo gelombang. Hubungan antara sensasi subyektif dari kenyaringan dan besaran fisika terukur “intensitas” ini, biasanya tingkat intensitas bunyi dinyatakan dengan skalalogaritmik[1]. Percobaan ini dilakukan untuk menentukan taraf intensitas bunyi dari sumber bunyi dan peta sebarannya. Tingkat intensitas (β) dari bunyi dinyatakan dalam intensitasnya (I), sebagai berikut :

Dispersi Serat Graded-Index


Dispersi adalah faktor pembatas dalam menentukan banyaknya informasi yang dapat diterima jangkauan optik. Seperti dengan planar pandu gelombang, ada tiga jenis dispersi yang membatasi bandwidth informasi pandu gelombang : dispersi bahan, model dispersi dan dispersi pandu gelombang. Besarnya masing – masing bentuk bergantung pada panjang gelombang dan kontruksi khusus dari pandu gelombang. Pada umumnya, model dispersi kadang- kadang mendominasi keduanya.

Jumat, 14 Oktober 2011

pengaruh kecepatan spin coating terhadap kehomogenan film tipis


Titanium dioxide (TiO2) merupakan bahan yang memiliki konstanta dielektrik tinggi. Salah satu manfaat dari bahan yang memiliki konstanta dielektrik tinggi yaitu dapat mencegah kebocoran arus.  Aplikasi di bidang elektronika yang menggunakan TiO2 yaitu mikroelektronik diantaranya elektrokhromik, photokatalistik dan sensor. TiO2 yang didoping dengan logam Fe, Nb, dan Ce dapat dimanfaatkan sebagai sensor gas [1,2,3,4]. Fabrikasi TiO2 yang paling dasar untuk aplikasi tersebut adalah dalam bentuk film tipis. Fabrikasi film tipis pada saat ini memunginkan kegunaannya yang begitu luas, mengingat sifat-sifat bahan dari film tipis dapat dimodifikasi sesuai dengan divais yang diinginkan.

percobaan e/m


Tujuan dari percobaan e/m adalah untuk mempelajari medan magnet dari kumparan Helmholtz dan menentukan nilai e/m. Dari sini kami dapat mengukur diameter lingkaran lintasan elektron dan didapat nilai e/m yang hampir sama, baik jika beda potensial tetap dan kuat arus berubah maupun jika kuat arus tetap dan beda potensial berubah.
Dari percobaan diperoleh hasil e/m untuk V konstan adalah 1,53E+11 C/Kg(analitik) ; 3.66E+11 C/Kg (grafik) ; 3.47E+11 C/Kg (JJ. Thompson) ; untuk I konstan adalah 2.90E+11 C/Kg (analitik) ; 1.35E+11 C/Kg (grafik) ; 1,76E+11(JJ. Thompson)     

percobaan milikan


Perbandingan antara muatan dengan massa (e/m) memang telah ditemukan oleh JJ Thompson (1856-1940) pada tahun 1897, namun muatan elektronnya belum dapat ditemukan. Baru pada tahun 1909, Robert Andrew Millikan melakukan percobaan dengan cara menyemprotkan tetesan minyak ke dalam tabung listrik. Akibatnya gayatarik gravitasi akan mengendapkan tetesan minyak yang turun. Bila muatan tersebut diberi muatan negative, maka akan tertarik ke kutub positif medan listrik.
Melalui percobaannya Robert A Millikan dapat menentukan besarnya muatan elektron dari tetesan minyak. Sebagai penghargaan atas keberhasilannya, maka percobaan ini diberi nama sesuai dengan nama beliau yaitu : “Percobaan Millikan”.

percobaan h/e


percobaan h/e bertujuan untuk mempelajari pancaran energi dari lampu mercury dan menentukan nilai h/e di laboratorium eksperimen I, jurusan Fisika, Program Sarjana MIPA, Universutas Jenderal Soedirman.
            Percobaan h/e ini dilakukan dengan menggunakan prinsip dasar efek fotolistrik. Percobaan ini dilakukan dengan dua metode yaitu (1) ditransmisikan untuk mengetahui pengaruh intensitas terhadap nilai h/e, (2) penggunaan filter warna kuning, hijau, dan tanpa filter untuk mengetahui pengaruh frekuensi terhadap nilai h/e. Dari kedua metode tersebut diperoleh nilai energi kinetik yang dinyatakan dalam bentuk nilai potensial penghenti. Berdasarkan grafik dapat diketahui nilai h/e rata-rata adalah 8,00E-16 J.s/C. dan nilai Wo rata-rata adalah 0,34 eV.

jurnal fisika eksperimen

Praktikum fisika eksperimen adalah salah satu penunjang perkuliahan jurusan fisika yang bertujuan untuk meningkatkan ketrampilan proses eksperimen fisika. Biasanya praktikum fisika eksperimen di beri beban 1 sks. Mahasiswa dituntut agar bisa mengembangkan konsep-konsep yang ada dalam fisika. pelaksanaan praktikum ini umumnya dibagi menjadi 3, diantaranya adalah quiz, pengambilan data, laporan praktikum.

kumpulan jurnal - jurnal laporan praktikum fisika ekperimen :



1. percobaan franck hertz
2. pencacahan radiasi
3. gelombang mikro
4. a. percobaan h/e (rani)
    b. percobaan h/e (fatwa)
5. percobaan milikan
6. percobaan e/m


3. Pengukuran Efisiensi Pemanas Listrik Berselubung Beton
4. Uji Karakterisasi Arus dan Tegangan Fotovoltaik
5. Analisis Struktur Kristal Menggunakan Difraksi Sinar X
6. Pemetaan Ketinggian
7. Tomografi Tahanan Jenis Listrik
8. Verivikasi Besaran Radiasi Foton

jurnal - jurnal di atas bisa di download dengan gratiz...ada yang memakai bahasa inggris, pi itu cuma abstraknya aja, selanjutnya bahasa indonesia....
semoga bermanfaat...

determine microwave-length


Microwaves experiment have been done by used a set system equipment optic of microwave of Merck PASCO model WA-9314B. This experiment is done on Tuesday (Novemberber 17th 2009), in laboratory of experiment, program study physic Jenderal Soedirman of University, Purwokerto. The purpose of this experiment are to determine mikro wave length with Febry-Perot and Lloyd’sMirror Method.

Keyword : microwave, interferences, Febry-Perot method, Cermin Lloyd’s method.


Comment